Sunday, January 18, 2026

Polres Kediri Ajak Personel Seimbangkan Iman dan Tugas

Polres Kediri Ajak Personel Seimbangkan Iman dan Tugas

Kediri, HR.id - Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M menjadi momentum refleksi spiritual bagi keluarga besar Polres Kediri Polda Jawa Timur. Kegiatan digelar di Masjid Al Amaan Mapolres Kediri, Rabu (14/1/2026).

Peringatan Isra’ Mi’raj ini dihadiri langsung Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri, Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., beserta Wakil Ketua Bhayangkari Ranting, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, perwakilan pengurus Bhayangkari Cabang Kediri, serta diikuti seluruh personel Polres Kediri.

Kegiatan diawali dengan lantunan hadrah yang dibawakan oleh personel Polres Kediri, dilanjutkan dengan pengajian dan doa bersama. Suasana masjid terasa khidmat saat seluruh jamaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.

Tausiyah disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri KH. Abdurrahman Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Ab.

Dalam ceramahnya, Gus Ab mengupas peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga menerima perintah salat sebagai fondasi utama kehidupan umat Islam.

Sementara Kapolres Kediri menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj menjadi pengingat penting bagi seluruh personel Polri untuk terus menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan spiritualitas.

“Nilai-nilai Isra’ Mi’raj mengajarkan kita tentang keimanan, keikhlasan, dan tanggung jawab. Ini menjadi bekal penting bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas dengan integritas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Bramastyo.

Harapannya, kegiatan keagamaan seperti ini dapat memperkuat mental dan spiritual personel Polres Kediri, sehingga mampu menjalankan tugas kepolisian secara humanis, penuh dedikasi, dan berorientasi pada pengabdian.


Red: Ria,taufik,Retno

Wednesday, January 14, 2026

Saksi Fakta Bawa Ijasah Asli Kakaknya Dipersidangan Dugaan Ijasah Palsu Jokowi

Saksi Fakta Bawa Ijasah Asli Kakaknya Dipersidangan Dugaan Ijasah Palsu Jokowi


Jakarta, HR.ID - Sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta yang menggelar sidang perkara nomor 211/Pdt.G/2025/PN Skt terkait gugatan Citizen Lawsuit (CLS) ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Selasa (13/1/2026).

Dua saksi fakta yang dihadirkan penggugat Komjend Pol (purn) Oegrosen yang mengaku jika Foto yang ada di Ijasah Jokowi yang diposting oleh kader PSI taka da kemiripan sama sekali dengan Jokow. Sementara satu lagi bernama Rujito yang jadi saksi sebelum Oegrosen bersaksi, datang dengan membawa ijazah asli almarhum kakaknya, Bambang Budy Harto, yang merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985. Dimana Jokowi disebut juga sebagai lulusan Fakultas Kehutanan UGM pada tahun yang sama.

Rujito mengatakan almarhum kakaknya masuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 1979, dan lulus tahun 1985 dengan IPK 2,78. Kakaknya meninggal dunia pada 2014 silam.

Rujito mengaku membandingkan ijazah kakaknya dengan ijazah Jokowi yang sempat viral karena diunggah ke media sosial oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi. PSI saat ini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, sebagai ketua umum.

"Waktu itu saya lihat di media ribut soal ijazah yang diduga palsu dari mantan presiden Jokowi, saya lihat di media. Ada postingan dari salah satu kader PSI, Dian Sandi, yang memosting ini ijazah asli," kata Rujito.

"Dari situ saya tergerak, saya ingat, apakah almarhum sebagai mahasiswa lulus. Saya mulai bongkar-bongkar arsip, ketemu ijazah ini. Ijazah ini menurut saya asli, karena beliau itu sekolah dan kutu buku, karena tinggal satu rumah sama saya," sambungnya di hadapan hakim.

Rujito merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), dan menjadi satu-satunya ahli waris kakaknya. Dia meyakini ijazah kakaknya asli. Dalam persidangan itu, dia sempat menunjukkan keaslian ijazah kakaknya dari jenjang SD hingga pendidikan tinggi, termasuk yang dari Fakultas Kehutanan UGM yang dibawanya ke persidangan.

"(Ijazah UGM) Ini kalau disenter, keluar huruf hologramnya. Sebagai salah satu indikasi ini asli, ada hologram di ijazah ini," ucapnya.

Dia juga diminta untuk membandingkan ijazah kakaknya, dengan unggahan Dian Sandi. Menurutnya, ada beberapa perbedaan pada warna, meski tahun keterangan lulusnya sama.

"Tahun lulusnya sama, tahun 1985. Warnanya (meterai) Pak (beda)," ujarnya.

Selain itu, perbedaan juga ia lihat pada lintasan cap pada foto ijazah. Di foto kakaknya terdapat lintasan cap, sementara di postingan foto ijazah Jokowi tidak ada lintasan cap.

"Kalau di sini saya tidak melihat lintasan cap melintasi foto Pak Jokowi," ujar Rujito.

"Terlihat jelas, untuk foto almarhum kakak saya (di ijazah) (Lintasan cap) Jelas pak, terlintas ada lintasan merahnya," kata dia.

Selain itu, Rujito menyampaikan harapannya agar KPU agar ke depan melakukan verifikasi dokumen persyaratan calon secara tuntas dan mendalam, tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara Pemilihan Presiden (Pilpres). KPU harus jeli dan teliti. Calon presiden dan juga calon kepala daerah perlu dipaparkan di media cetak atau media online, media Elektronik agar masyarakat bisa melakukasn penilaian sebelum terjadi masalah seperti yang saat ini terjadi tentang dugaan Ijasah Palsdu milik Jokowi.

 

Red: Ktf ST

Sidang Ijasah Jokowi, Jenderal Polisi Bersaksi:  Foto di Ijazah Gak Ada Kemiripan Sama Sekali

Sidang Ijasah Jokowi, Jenderal Polisi Bersaksi: Foto di Ijazah Gak Ada Kemiripan Sama Sekali


Jakarta, HR.ID - Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol (Purn) Oegroseno hadir sebagai saksi dalam sidang Citizen Lawsuit (CLS) terkait ijazah Mantan Presiden Jokowi di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (13/1/2026). Selain Oegroseno, saksi fakta lain yang dihadirkan pihak penggugat adalah Rujito.

Dalam lanjutan sidang perkara nomor nomor 211/Pdt.G/2025/PN Skt tersebut, sebagai permulaan Oegroseno mengaku tidak mengenal para penggugat perkara ini, dan mengaku pernah bertemu Jokowi.

Pada persidangan ini, Oegroseno menyoroti adanya perbedaan yang sangat mencolok antara wajah dalam pas foto ijazah Jokowi dengan penampilan asli ketika bertemu dengan dirinya. Kata dia, foto dalam ijazah dalam unggahan Kader PSI Dian Sandi Utama tersebut sangat berbeda dengan Jokowi, mulai dari telinga hingga mata.

“Beda jauh. Saya ketika ketemu Pak Jokowi saya pernah berhadapan dekat. Ketika foto kok beda. Saya lihat foto waktu SD mirip saya ini. SMP mirip, SMA lebih mirip lagi. Nggak ada kemiripan sama sekali,” ungkapnya saat ditemui para awak media.

Sosok yang menjabat sebagai Wakapolri pada 2013 hingga  2014 ini menambahkan, perbedaan itu juga ia temukan saat bertemu langsung Jokowi pada Februari 2025, ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden.

“Foto ini dengan yang asli pernah kita lihat kok berbeda. Itu yang sangat menonjol bagi kita di situ. Bulan Februari Tahun 2015,” tuturnya.

Menurut Oegroseno, ketidakmiripan semakin terlihat karena Jokowi mengenakan kacamata dalam pas foto ijazah, sesuatu yang jarang ia lakukan.

Ia juga menyoroti bentuk gigi, telinga, dan mata sebagai perbedaan yang jelas.

“Beda jauh. Bukan beda tipis beda jauh. Misalnya saya nggak pernah lihat Pak Jokowi pakai kacamata. Kemudian bentuk gigi, bisa lihat seperti itu. Di gambar telinga, mata, banyak perbedaan. Panca indera bisa kita lihat,” jelas Oegroseno.

Selain foto, Oegroseno juga menyoroti perbedaan materai pada ijazah Jokowi dibandingkan dengan ijazah almarhum Bambang Rudy Harto, seorang alumni Fakultas Kehutanan UGM yang lulus pada tahun yang sama, 1985.

Jokowi menggunakan materai Rp 100, sedangkan Bambang menggunakan materai Rp 500. Ijazah Bambang dihadirkan oleh adiknya, Rudjito.

“Materainya beda juga. Tahun 1985 da materai 500 ada materai 100. Yang benar yang mana. Penyidik harus jeli,” tutur Oegroseno.

Oegroseno juga menanggapi pernyataan Bareskrim Polri yang menyebut ijazah Jokowi identik dengan ijazah pembanding lainnya. Menurutnya, istilah “identik” tidak tepat digunakan untuk dokumen seperti ijazah.

“Otentik itu kan sesuai dengan aslinya. Dokumen seperti ijazah, sertifikat, itu tidak ada yang identik. Identik itu tanda tangan,” jelasnya dia.

Selain itu, Oegroseno juga mengaku sempat melakukan diskusi dengan sejumlah orang yang juga kritis terhadap dugaan keaslian ijazah Jokowi dari UGM yakni Roy Suryo, Rismon, dan dr. Tifa, sehingga ia bisa berkesimpulan untuk menjadi saksi; Oegroseno menilai polisi harus bergerak untuk melakukan pembuktian.

"Saya mengambil kesimpulan, analisa saya, polisi sebagai aparat negara, polisi perlu mengambil langkah, yaitu fokus pada pasal berapa jika dugaan ini harus dibuktikan. Karena kita harus bisa jawaban kepada masyarakat,"

Dari opemikirannya kata dia, ia menilai  lebih cenderung pasal 263 ayat 2 KUHP, digunakan untuk maju sebagai calon wali kota dua kali, calon gubernur, dan calon presiden. Ia juga meminta KPU agar ke-depan melakukan verifikasi terhadap dokumen pencalonan.  Ia pulia menegaskan bahwa jika polisi menyita ijazah Jokowi, berarti itu adalah merupakan hasil kejahatan.


Red: Kutif Bbs


Saturday, January 10, 2026

Potret Terbaru Joko Widodo 2026 Setelah Berpelukan dengan Egi Sudjana

Potret Terbaru Joko Widodo 2026 Setelah Berpelukan dengan Egi Sudjana

Dua tersangka pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, mendatangi kediaman pribadi Joko Widodo di Sumber, Banjar Sari, Solo, Kamis (8/1/2026). Pada Kamis malam itu Jokowi sempat berpelukan dengan Eggi Sudjana, namun momen tersebut tak didokumentasikan.

Sekjen Rejo Prabowo Gibran, Muhammad Rahmad mengungkapkan pertemuan tersangka pencemaran nama baik Eggi Sudjana dan Mantan Presiden Jokowi mengharukan namun sayangnya, pertemuan tersebut tidak terdokumentasi. Ia mengakui pertemuan tersebut sangat tertutup.

“Saat pertemuan tidak ada foto dan video, namun sangat mengharukan. Karena pertemuan sangat terbatas dan tertutup, tidak sempat mendokumentasikan. Namun saya menyaksikan sendiri bagaimana Pak Eggi dan Pak Hari Damai Lubis berpelukan dg Pak Jokowi sangat erat,” terang Rahmad saat dihubungi Jumat (9/1/2026).

Rahmad yang ikut mendampingi juga ikut terharu dengan adanya pertemuan ini.

Pasalnya, Eggi menjadi salah satu orang yang menuduh ijazah Jokowi palsu. Inilah yang membuatnya menjadi tersangka pencemaran nama baik.

“Kami yang menyaksikan turut berkaca-kaca. Pertemuan Pak Eggi Sudjana dan Pak Hari Damai Lubis dengan Pak Jokowi adalah pertemuan patriotik yang patut jadi suri tauladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Rahmad.

Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti sebelumnya telah menyatakan berbalik arah dan menyatakan ijazah Jokowi asli setelah melihat langsung ijazah tersebut.

Jokowi juga telah menanggapi pernyataan Eggi Sudjana. Ia menyatakan ruang untuk memaafkan terbuka lebar. Namun proses hukum tetap harus berjalan.

“Ya memang asli (terkait pengakuan Eggi Sudjana). Urusan maaf memaafkan urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum,” jelasnya.

FB. TribunSolo/Ahmad Syarifuddin

Judul Asli: POTRET TERBARU JOKOWI JUMAT 9 JANUARI 2026, SETELAH DIDATANGI EGGI SUDJANA


Tuesday, January 06, 2026

 Gebyar Tahun Baru Polres Kediri Hadir di CFD Pare

Gebyar Tahun Baru Polres Kediri Hadir di CFD Pare

Kediri, Harapanrakyat.id - Momentum Car Free Day (CFD) di kawasan Pare dimanfaatkan Polres Kediri Polda Jawa Timur untuk mendekatkan layanan kepolisian kepada masyarakat, Minggu (4/1/2026).

Petugas turun langsung ke area CFD untuk mensosialisasikan layanan 110 sekaligus membagikan kaos bertema kamtibmas kepada warga.

Selain itu, Polres Kediri juga menggelar Panggung Hiburan dan Bakti Kesehatan bertajuk ‘Gebyar Tahun Baru 2026 Polri untuk Masyarakat’ yang dipusatkan di area CFD depan Mapolres Kediri. Kegiatan ini menghadirkan layanan kesehatan gratis sekaligus hiburan rakyat yang dapat dinikmati masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyambutan Tahun Baru 2026, dengan harapan masyarakat semakin mengenal saluran pelaporan dini ketika terjadi gangguan keamanan, kecelakaan, atau situasi darurat lainnya, sekaligus merasakan hadirnya Polri di tengah masyarakat.

Petugas terlihat menyapa warga secara santai dan komunikatif. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diingatkan bahwa layanan 110 bersifat gratis, aktif 24 jam, dan dapat digunakan kapan saja saat membutuhkan bantuan Polri.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting agar masyarakat tidak ragu melakukan pelaporan saat terjadi keadaan darurat.

“Melalui momentum Car Free Day ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan layanan 110. Dengan pelaporan yang cepat, penanganan juga bisa dilakukan lebih efektif,” ucap Beliau.

Kapolres Kediri juga menyampaikan ucapan tahun baru kepada masyarakat Kabupaten Kediri.

“Kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026. Semoga situasi kamtibmas tetap kondusif dan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat,” tambah AKBP Bramastyo.

Pembagian kaos menjadi pemanis kegiatan, sekaligus sarana edukasi ringan agar masyarakat semakin peduli terhadap keamanan lingkungannya. Di sisi lain, keberadaan panggung hiburan dan layanan kesehatan gratis menambah kehangatan suasana CFD pagi itu.

Kegiatan berjalan lancar dan disambut antusias warga Pare yang sedang berolahraga dan berkumpul bersama keluarga di area CFD.

 

Reporter : Ria , tofik


Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi