2026-05-06

Cara Mengukur Mainboard Laptop Tidak Mengisi Daya (Not Charging) – Panduan Lengkap & Akurat (Part 1)

Cara Mengukur Mainboard Laptop Tidak Mengisi Daya (Not Charging) – Panduan Lengkap & Akurat (Part 1)


Laptop Matol (Bagian 1)

HR.ID -
Masalah laptop tidak mengisi daya (not charging) adalah salah satu kerusakan paling umum pada perangkat laptop. Untuk mendiagnosisnya, diperlukan pendekatan teknis yang sistematis agar bisa menentukan apakah kerusakan berasal dari jalur tegangan utama, komponen switching seperti MOSFET, atau IC Charger sebagai pengontrol utama.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah pengecekan secara mendalam yang biasa digunakan teknisi profesional.

1. Tahap Awal: Analisis Jalur Tegangan Utama (VIN 19V)

    Sebelum masuk ke rangkaian pengisian baterai, pastikan terlebih dahulu bahwa tegangan utama dari        adaptor sudah masuk ke motherboard.

    Langkah Pengecekan:

    DC Jack ke Mainboard
    Hubungkan charger ke laptop.
    Ukur pin positif DC jack menggunakan multimeter.
    Tegangan normal: ±19V – 20V (stabil).
    Jika tidak ada tegangan → kemungkinan adaptor rusak atau DC jack bermasalah.
    MOSFET Input (MOSFET Pertama & Kedua)
    Biasanya terdapat 2 MOSFET di jalur input.
    Tegangan 19V harus melewati kedua MOSFET ini.
    Jika tegangan berhenti:
    Bisa terjadi short circuit
    Atau MOSFET rusak

    Tips:

    Gunakan mode diode atau resistance untuk cek short ke ground.
    Nilai hambatan sangat rendah (<10 Ohm) biasanya indikasi short.

2. Memahami Peran IC Charger (Otak Pengisian)

     IC Charger berfungsi sebagai:

    Pengatur arus pengisian
    Deteksi adaptor
    Pengontrol switching MOSFET
    Power path management (memilih sumber daya)

    Pengecekan Penting:

    Pin ACDET (Adaptor Detection)
    Tegangan normal: 2.4V – 2.8V
    Fungsi: Memberi tahu IC bahwa charger terhubung
    Jika tidak ada:
    IC tidak akan mengaktifkan pengisian
    Periksa resistor pembagi di jalur ACDET

    Tegangan VCC

    Harus menerima 19V dari adaptor
    Jika tidak ada → jalur putus atau MOSFET bermasalah

    Pin REGN

    Tegangan normal: ±6V
    Digunakan untuk mengaktifkan gate MOSFET charging
    Jika tidak muncul → IC Charger kemungkinan rusak

3. Pengecekan Sirkuit Pengisian Baterai

     Jika tegangan sudah normal di mainboard tapi baterai tidak mengisi, lanjutkan ke area baterai.

    Langkah Diagnosa:

     Ukur Pin Baterai (Tanpa Baterai)
     Charger tetap terpasang
     Ukur pin positif konektor baterai
     Tegangan normal:
     Sekitar 0.5V – 3V (atau lebih tergantung desain)

    Jika tidak ada:

    IC tidak mengaktifkan charging
    Jalur kemungkinan putus
    Jalur SMBus (SDA & SCL)
    Digunakan untuk komunikasi antara baterai dan sistem

    Jika rusak:

    Muncul pesan: “Plugged In, Not Charging”
    
    Cek:
    Resistor pull-up
    Jalur continuity

4. Analisa Tambahan yang Sering Terlewat

   Cek Arus Konsumsi

    Gunakan power supply (PSU)
    Normal standby: 0.02A – 0.10A
    Jika 0A → jalur putus
    Jika tinggi → kemungkinan short

    Cek Komponen Panas

    Sentuh atau gunakan thermal camera
    Komponen panas berlebih biasanya short

    BIOS & EC (Embedded Controller)

    Kadang masalah charging bukan hardware murni
    Update BIOS bisa membantu
    EC mengontrol logika charging

5. Ringkasan Komponen Kritis & Gejala

Komponen                           Gejala Kerusakan                                        Cara Ukur

DC Jack                             Tidak ada tegangan masuk                            Ukur output (±19V)
MOSFET Input                 Laptop mati total / indikator aneh                 Cek short ke ground
IC Charger                         Adaptor terdeteksi tapi tidak charging          Cek ACDET, VCC, REGN
Baterai                               Mati saat charger dicabut                              Ukur tegangan baterai (>10.8V)
Jalur SMBus                      Status “Plugged In, Not Charging”               Cek SDA/SCL continuity

6. Kesimpulan

Diagnosa kerusakan laptop tidak mengisi daya tidak bisa dilakukan secara asal. Dibutuhkan pemahaman alur power, mulai dari:

Tegangan masuk (VIN 19V)
Switching MOSFET
Kontrol IC Charger
Komunikasi baterai

Dengan mengikuti langkah di atas, Anda bisa menentukan sumber kerusakan secara akurat tanpa trial-error berlebihan.


Penjelasan Titik Ukur pada Diagram

Agar gambar di atas tidak sekadar visual, berikut interpretasi teknisnya (ini yang bikin artikel kamu unggul di Google):

1. 🔌 DC IN / VIN (19V Input)

  • Lokasi: Setelah DC Jack
  • Titik ukur:
    • Pin DC Jack → ±19V
    • Setelah filter / fuse → tetap 19V
  • Jika hilang:
    • DC Jack rusak
    • Fuse putus
    • Jalur putus

2. MOSFET Input (ACFET & RBFET)

  • Lokasi: Setelah DC IN
  • Biasanya ada 2 MOSFET seri
  • Titik ukur penting:
    • Drain MOSFET 1 → 19V
    • Source MOSFET 2 → harus 19V juga (jika normal)

      Analisa:

  • Ada 19V di depan tapi tidak keluar → MOSFET OFF / rusak
  • Gate tidak naik → masalah dari IC Charger

       MOSFET ini berfungsi sebagai “gerbang listrik” yang dikontrol IC

3. IC Charger (Charging Controller)

  • Lokasi: dekat MOSFET & baterai
  • Ciri:
    • IC 20–28 pin
    • Dikelilingi coil & resistor sense

Titik ukur utama:

  • VCC / DCIN → 19V
  • ACDET → 2.4V – 2.8V
  • REGN → ±6V
  • ACOK → logika HIGH (±3.3V)

       Jika:

  • ACDET = 0V → adaptor tidak terdeteksi
  • REGN tidak ada → IC rusak

4.  Current Sense Resistor (RSENSE / CLR)

  • Lokasi: dekat IC Charger
  • Nilai sangat kecil (0.01Ω – 0.02Ω)

      Fungsi:

  • Mengukur arus charging
  • Jika putus:
    • Laptop tidak mau charging sama sekali

5. Induktor & Charging MOSFET (Step-down ke baterai)

  • Lokasi: antara IC Charger dan baterai
  • Titik ukur:
    • Output coil → tegangan charging (±12V – 16V tergantung baterai)

6. Konektor Baterai

  • Pin utama:
    • VBAT → tegangan baterai
    • SDA / SCL → komunikasi SMBus
    • GND

    Titik ukur:

  • VBAT tanpa baterai → ada tegangan kecil (trigger)
  • SDA/SCL → ±3.3V

       Jika SMBus rusak:

  • Muncul: “Plugged In Not Charging”

Alur Sederhana (Wajib Anda Diketahui)

Urutan jalur power:

DC Jack (19V)

MOSFET Input

IC Charger (ACDET, REGN)

Current Sense

Charging MOSFET + Coil

Baterai

Tips Profesional (Nilai Tambah Artikel)

  • IC charger mengontrol MOSFET dengan tegangan gate lebih tinggi dari 19V (boost/charge pump)
  • Jika 19V berhenti di MOSFET → bukan langsung ganti IC, cek gate dulu
  • 90% kasus:
    • Resistor ACDET rusak
    • MOSFET short
    • Jalur SMBus putus

Penulis: (MH-SR) - MISI Computer & Cellular

2026-05-05

Di Tengah Ketegangan Amerika dan Iran, Justru Indonesia–Jepang Perkuat Kerjasama Pertahanan 2026

Di Tengah Ketegangan Amerika dan Iran, Justru Indonesia–Jepang Perkuat Kerjasama Pertahanan 2026

Foto: Perdana Meneteri Jepang dan Indonesia 2026
Kerjasama Pertahanan Indonesia-Jepang

Jakarta, 4 Mei 2026 –
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan global setelah meningkatnya eskalasi militer dan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Meski sempat memasuki fase de-eskalasi, situasi tersebut masih menyisakan ketidakpastian dibeberapa bulan bahkan tahu kedepang yang bisa saja memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan dunia, termasuk jalur perdagangan strategis.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 2026 menjadi salah satu eskalasi geopolitik terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan ini memuncak pada akhir Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran. Serangan tersebut memicu respons keras dari Iran melalui serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: 
Benarkah Memakai Celana Dalam Terbalik Dapat Terhindar Dari Guna-guna dan Hipnotis ?

Situasi semakin kompleks ketika Iran melakukan langkah strategis dengan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz—salah satu rute energi paling vital dunia—yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global. Sebagai respons, Amerika Serikat mengerahkan kekuatan militer besar untuk mengamankan jalur tersebut dan mencegah gangguan lebih lanjut terhadap perdagangan internasional.

Meski sempat terjadi gencatan senjata sementara pada April 2026, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Serangan sporadis, ancaman militer, serta manuver politik di tingkat internasional masih terus berlangsung, menciptakan ketidakpastian global yang mendorong banyak negara untuk memperkuat strategi pertahanan masing-masing.

Di tengah kondisi tersebut, dan mungkin saja muncul suatu kekwatiran bahwa bisa saja konflik tersebut meluas ke seluruh Kawasan tak terkecuali benua Asean apalagi catatan sejaran yang masih tercatat bagaimana Amerika Serikat Pernah menyerang Vietnam tahun 1955 – 1965 -1973, lalu ditengah kekwatiran itu Indonesia mengambil langkah strategis dengan menjalin kerjasa sama dengan Jepang dalam memperkuat kerjasama di bidang pertahanan.

Baca Juga: 
Sekilas Kisah Alumni Fakultas Pertanian UMI Angkatan 1987

Kerjasama ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, yang resmi menandatangani perjanjian kerjasama pertahanan di Jakarta, pada Senin 4/5/2026. Perjanjian ini disebutkan bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang bantuan kemanusiaan, latihan gabungan, dan kerjasama maritim.

Selain itu, Perjanjian ini juga membuka peluang kerjasama dalam bidang peralatan dan teknologi pertahanan, sambil memprioritaskan stabilitas regional dan keamanan bersama. Selain itu, kedua negara sepakat untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan pengembangan sumber daya manusia di bidang militer. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dan Jepang dalam menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik serta mencegah ancaman keamanan regional.

Dalam pidatonya, Menteri Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk mempererat hubungan bilateral dan meningkatkan kapabilitas pertahanan nasional Indonesia. Sementara itu, Menteri Shinjiro Koizumi menegaskan komitmen Jepang untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas kawasan melalui kerjasama ini, serta berharap hubungan kedua negara akan terus berkembang di masa mendatang.

Dampak dari kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat posisi diplomatik kedua negara di kancah internasional, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan keamanan global seperti ancaman terorisme, kejahatan lintas negara, dan konflik regional. Selain itu, kerjasama ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat stabilitas di kawasan dan memperluas pengaruh Jepang sebagai kekuatan utama di kawasan Asia.

Para analis menilai bahwa perjanjian ini mencerminkan upaya kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kedua negara mampu saling mendukung dalam pengembangan teknologi militer serta meningkatkan interoperabilitas militer di masa depan, sekaligus memperkuat diplomasi tidak langsung melalui kerjasama pertahanan.

Baca Juga: 
Babak Baru Korupsi Bibit Nanas: Kejati Sulsel Telah Memeriksa Dua Bupati Aktif

Perjanjian ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua negara dan kawasan secara keseluruhan, serta memperkuat posisi Indonesia dan Jepang dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Ada beberpa poin penting dalam Kerjasama ini diantaranya adalah:


Penandatanganan DCA (2026): Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang menandatangani perjanjian yang menjadi landasan hukum kuat untuk kolaborasi pertahanan yang lebih dalam.

Penguatan Industri Pertahanan: Fokus kerja sama meliputi transfer teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) dan pengembangan riset teknologi pertahanan bersama.

Latihan Militer Bersama: Peningkatan intensitas latihan bersama antara TNI dan Pasukan Bela Diri Jepang untuk meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme.

Keamanan Maritim: Sebagai negara maritim, keduanya sepakat memperkuat keamanan maritim untuk menjaga stabilitas di kawasan.

Reaksi masyarakat dan pihak swasta

Reaksi masyarakat Indonesia secara umum menyambut positif langkah ini, mengingat meningkatnya kepercayaan terhadap hubungan internasional yang semakin erat. Beberapa kelompok masyarakat berharap kerjasama ini akan membawa manfaat langsung berupa peluang lapangan kerja dan transfer teknologi. Pihak swasta di bidang industri pertahanan juga menyambut baik peluang kemitraan strategis ini, yang dapat membuka akses pasar lebih luas untuk produk-produk dalam negeri serta mendorong inovasi teknologi nasional.

Namun, ada juga kelompok yang mengkhawatirkan potensi ketergantungan terhadap teknologi asing dan dampaknya terhadap kedaulatan nasional. Pemerintah menegaskan bahwa kerjasama ini akan diatur secara transparan dan mengedepankan kepentingan nasional.

Langkah implementasi spesifik

Dalam jangka pendek, kedua negara sepakat menginisiasi program pelatihan dan latihan gabungan yang akan dilakukan secara berkala di kedua negara. Selain itu, akan didirikan forum kerja sama tahunan untuk memantau perkembangan dan mengidentifikasi peluang proyek-proyek bersama di bidang teknologi militer dan maritim.

Langkah jangka menengah dan panjang mencakup pengembangan industri pertahanan lokal melalui transfer teknologi dan kemitraan strategis. Pemerintah Indonesia juga berencana membentuk tim khusus untuk mengawasi implementasi perjanjian ini dan memastikan manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan industri nasional.

Selain itu, kerjasama ini akan didukung dengan program pertukaran personel dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kedua negara secara berkelanjutan.

Baca Juga: 
Kasus Pengadaan Kendaraan Dinas BGN Disorot, Diduga Langgar Prosedur Resmi

Di tingkat internasional, sejumlah negara dan organisasi global memberikan komentar positif. Sekretaris Jenderal ASEAN, Nguyen Phu Trong, menyatakan bahwa kerjasama ini memperkuat stabilitas di kawasan dan mendukung diplomasi multilateral. Sementara itu, Amerika Serikat menyambut baik langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis di kawasan, serta sebagai langkah preventif terhadap potensi konflik.

Namun, ada juga kritik dari beberapa kalangan yang mengkhawatirkan ketergantungan teknologi asing dan potensi konflik kepentingan regional. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kerjasama ini akan diatur secara transparan dan mengedepankan kepentingan nasional.

Detail Teknis dan Proyek Spesifik

Dalam pelaksanaan, fokus utama dari kerjasama ini adalah pembangunan pusat pelatihan militer di Jakarta dan pengembangan kapal patroli maritim bersama. Proyek pembangunan pusat pelatihan dilaksanakan dengan transfer teknologi dari Jepang, yang meliputi simulasi latihan dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, kedua negara akan mengembangkan kapal patroli kelas baru yang dilengkapi teknologi stealth dan sistem pertahanan canggih. Kapal ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan pengawasan maritim Indonesia dan memperkuat patroli di wilayah perbatasan dan jalur pelayaran strategis di kawasan.

Program ini juga mencakup pengembangan drone pengintai dan sistem komunikasi yang terintegrasi, yang akan dioperasikan bersama dan dipasang di wilayah perbatasan serta di atas kapal patroli. Implementasi proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 3 tahun ke depan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Analisis Ekonomi dan Dampak Jangka Panjang

Secara ekonomi, kerjasama ini diperkirakan akan memberikan manfaat besar bagi industri pertahanan nasional dan perekonomian Indonesia secara umum. Transfer teknologi dan pembangunan fasilitas militer akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, dan membuka peluang ekspor produk pertahanan Indonesia ke pasar internasional.

Dalam jangka panjang, kerjasama ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri pertahanan di kawasan Asia Tenggara, serta meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong inovasi teknologi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi bidang pertahanan dan teknologi tinggi.

Aspek Lingkungan

Dalam rangka memastikan keberlanjutan, proyek-proyek yang terkait akan mematuhi standar lingkungan internasional dan nasional. Pembangunan pusat pelatihan dan kapal patroli akan dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, seperti pengurangan emisi karbon dan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Selain itu, pengembangan drone dan sistem komunikasi akan dilakukan dengan memperhatikan dampak ekologis dan keamanan data. Pemerintah dan mitra Jepang berkomitmen untuk memonitor dampak lingkungan secara berkala dan melakukan penyesuaian agar tidak merusak ekosistem lokal, terutama di wilayah perbatasan dan kawasan maritim yang sensitif.

Penulis: Andi Ms Hersandy
              Ketua Rajawali Selatan 02 (
community organization)

2026-05-04

Video! Perampokan Disertai Pembunuhan IRT di Pekanbaru, Pelaku Diringkus Kurang dari 72 Jam

Video! Perampokan Disertai Pembunuhan IRT di Pekanbaru, Pelaku Diringkus Kurang dari 72 Jam

Foto: Dari Rekaman CCT. Korban danDua Orang Pelaku

Pekanbaru, HR.ID - Kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga di Kota Pekanbaru menggegerkan warga. Peristiwa tragis ini menjadi sorotan setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar luas di media social memperlihatkan aktivitas perlakuan pelaku terhadap korban yang begitu sadis. Terjadi pada pagi hari, Rabu, 29 April 2026

Aksi brutal itu terekam jelas dalam video CCTV yang beredar luas. Dalam video itu terlihat kedatangan dua orang wanita dan dua pria menggunakan mobil minibus yang diparkir di pinggir jalan, lalu dua wanita masuk ke dalam rumah menyalami korban.

Rekaman CCTV Ungkap Aktivitas Mencurigakan

Dari rekaman CCTV yang telah beredar, terlihat Dua orang Wanita masuk terlebih dahulu kedalam rumah korban, kemudian disusul Dua orang pria. Ke 4 pelaku mendatangi rumah korban dengan gerak-gerik tampak tenang dan tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar.

Bahkan ketika korban membuka pintu untuk menerima pelaku, ia masih sempat mendapat ciuman tangan dari sang mantan menantu lalu begegas duduk disofa sambil berbincang sejenak, sementara pelaku dua wanita tetap berdiri. Lalu beberapa saat kemudian seorang pria memakai masker muncul dan langsung menghantam korban dengan benda tumpul berkali-kali. 4 kali pukulan pertama dan membuat korban tak bergerak lagi, kemudian menambah puklulan sebanyak dua kali kepada korban yang tak berdaya lagi lantas bergegas memecahkan cctv.

"Mungkin karena belum yakin korban tewas, pelaku masih melakukan pemukulan dua kal lagi kemudian memecahkan cctv" kata beberapa netyzen di medsos.

Jika memperhatikan video cctv dengan seksama, orang yang melakukan eksekusi pembunuhan adalah pria yang terakhir masuk dengan membawa sebuah alat yang dibungkus kain dan memakai masker.

Selanjutnya setelah membantai, kedua pria itu berniat masuk ke ruang makan, namun karena terekam cctv pelaku eksekutor kembali merusak cctv, namun yang luput dari mereka adalah cctv yang ada dihalaman depan tetap berfungsi.

Dalam durasi diakhir video terlihat anak korban juga datang dengan mengendarai kendaraan dan sempat masuk dalam rumah lalu tak lama kemudian ia keluar bersama wanita yang memkai celana warna merah lalu tancap gas pergi seakan tak nampak kejadian. Selang beberapa lama, para pelaku terlihat keluar bergantian dari dalam rumah dengan membawa barang hasil rampokannya.

Rekaman tersebut kini menjadi salah satu bukti penting yang tengah didalami oleh aparat kepolisian untuk mengungkap siapa saja menjadi dalang pelaku dan motif dibalik kejadian ini.

Dugaan Keterlibatan Mantan Menantu Terbukti

Dalam perkembangan penyelidikan, muncul dugaan bahwa pelaku merupakan orang yang mengenal korban, bahkan disebut-sebut sebagai mantan menantu korban. Dugaan ini masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha. Sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan namun korban memilih tetap tinggal. Saat kembali sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa kamar wc.

1. Awal Mula Konflik
Hubungan antara pelaku dan keluarga korban diketahui sudah tidak harmonis sejak pelaku bercerai dengan anak korban beberapa waktu lalu. Menurut informasi warga setempat bahwa pelaku merasa sakit hati karena menganggap korban sering ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka hingga berujung pada perceraian.

4. Upaya Menghilangkan Jejak
Setelah melihat korban tidak berdaya, pelaku sempat mencoba membersihkan sisa darah dan melarikan diri melalui jalur yang sama saat ia masuk. Warga sekitar baru menyadari kejadian tersebut setelah suami korban pulang dan menemukan ibunya sudah bersimbah darah.

5. Penangkapan Pelaku
Tak butuh waktu lama, tim Satreskrim Polres setempat berhasil meringkus pelaku di tempat persembunyiannya. Aparat gabungan menangkap empat pelaku pembunuhan terhadap Dumaris Denny Wati br Sitio (60) yang ternyata peristiwa keji itu memang diotaki oleh mantan menantu perempuan korban.

Korban ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Kurnia 2 Nomor 20, RT 05/RW 15, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Rabu (29/4/2026  dan sesaat setelah diketahui peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Rumbai dan ditindaklanjuti oleh Polresta Pekanbaru dengan dukungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Bahkan pihak kepolisian langsung bergerak cepat mengejar pelaku.

Sebelum dilakukan pengejaran pelaku, terlebih dahulu Polisi mengamankan anak korban berinisial A pada Rabu malam (29/4/26). Ia menegaskan bahwa langkah itu dilakukan semata-mata untuk kepentingan penyelidikan. Menurut pihak kepolisian bahwa yang bersangkutan diamankan untuk dimintai keterangan dalam rangka pendalaman kasus. Katanya bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi..

Dari keterangan A mengaku tidak mengetahui bahwa ibunya telah menjadi korban pembunuhan. A sempat datang ke rumah orang tuanya dan masuk namun tidak masuk hingga ke dalam. Katanya ia dibujuk oleh salah satu pelaku untuk segera pergi.

Namun dengan keterangan A, pihak kepolisian mengaku masih mendalami hal itu, termasuk apa ada keterlibatan A dalam kasus ini.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, dalam pernyataannya kepada awak media menyampaikan jika kasus ini terungkap kurang dari 72 jam setelah kejadian. Ini berkat kerja sama intensif tim gabungan sejak olah tempat kejadian perkara (TKP) pertama dilakukan.

Mereka dikejar dan ditangkap diwilayah Aceh dan Binjai. Dalam proses pengejaran tersebut polisi menangkap AF dan SL pada Kamis (30/4/2026) malam di wilayah Aceh Tengah, sementara Dua pelaku lainnya, yakni E alias I dan L, diamankan pada Sabtu Pagi (1/5/2026) di Binjai.

Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang berharga, seperti perhiasan, paspor, uang tunai dalam mata uang asing, serta telepon genggam. Cincin pernikahan milik suami korban turut dilaporkan hilang.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yakni Pasal 456 dan atau Pasal 458 ayat 3 atau Pasal 479. Ancaman hukuman mati, atau penjara selama 20 tahun.

Red: (HR-SR)
         dari berbagai sumber Terpercaya


2026-05-03

Sekilas Kisah Alumni Fakultas Pertanian UMI Angkatan 1987

Sekilas Kisah Alumni Fakultas Pertanian UMI Angkatan 1987

Foto: Dalam Rangka Halal Bihalal Mei 2025
Jejak Pengabdian di Dunia Pertanian

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan tahun 1987 merupakan salah satu generasi yang memiliki peran penting dalam perkembangan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. Para lulusan pada periode tersebut kini telah tersebar di berbagai bidang, mulai dari akademisi, praktisi pertanian, hingga pelaku usaha agribisnis.


Video: Ikatan Alumni Fakultas Pertanian 1987 Universitas Muslim Indonesia dalam rangkaian acara menyambut tahun baru 1447 Hijiriah 18 Juli 2025.
Tempat: Hotel Grend Town Panakukang, Makassar

Perjalanan Pendidikan di Era 1980-an

Pada akhir dekade 1980-an, Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi yang fokus mencetak tenaga ahli di bidang pertanian. Angkatan 1987 menjadi bagian dari generasi yang belajar di masa ketika teknologi pertanian masih sangat konvensional, namun penuh semangat inovasi.

Sangking populernya pertanuian masa itu, Fak Pertanian yang mulai dibuka tahun 1987sebagai satu Prodi andalan Universitas Muslim Indonesia dimana mahasiswanya kala itu kurang lebih 300 orang Mahasiswa dengan tersebar di Tiga Jurusan yakni: Budidaya Pertanian (Agronomi), Sosial Pertanian (Sosek) dan Ilmu tanah,

Baca Juga: 
Benarkah Memakai Celana Dalam Terbalik Dapat Terhindar Dari   Guna-guna dan Hipnotis ?

Mahasiswa pada masa itu banyak dibekali dengan ilmu dasar seperti agronomi, tanah, hama penyakit tanaman, hingga manajemen pertanian. Praktek kerja lapang sering dilakukan sebagai bagian SKS sebuah mata kuliah dengan berkunjung diberbagai tempat, misalnya di Perkebunan Karet Bulukumba, Pengindraan Jarak Jauh Pare-Pare, Balijas Maros, Sangiang Serri Sidrap dan lain lain.

Kontribusi Alumni di Dunia Kerja

Setelah lulus, para alumni angkatan 1987 tersebar di berbagai sektor, antara lain:

  • Dinas Pertanian di berbagai daerah
  • Perusahaan perkebunan dan agribisnis
  • Dunia pendidikan dan penelitian
  • Wirausaha di bidang pertanian dan pangan

Banyak di antara mereka yang kemudian menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing.

Perkembangan Dunia Pertanian

Seiring perkembangan zaman, para alumni ini turut menyaksikan transformasi besar di sektor pertanian, mulai dari penggunaan teknologi modern, sistem irigasi yang lebih efisien, hingga digitalisasi pertanian.

Sebagian alumni bahkan ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti pertanian presisi dan sistem pertanian berbasis data.

Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (FP-UMI) adalah salah satu fakultas unggulan di Makassar yang terakreditasi Unggul. Memiliki dua program studi sarjana (S1), yaitu Agroteknologi (akreditasi Unggul) dan Agribisnis (akreditasi A), fakultas ini didukung tenaga pengajar yang terdiri dari profesor, doktor, dan magister.

Baca Juga: 
Apakah Smartphone Akan Punah? Cek Harga & 5 Kacamata AR   Terbaik 2026!

Profil & Keunggulan Fakultas Pertanian UMI:Program Studi: Agroteknologi (budidaya tanaman) dan Agribisnis.Akreditasi: Unggul.Fasilitas: Memiliki greenhouse dan berbagai laboratorium, seperti laboratorium hama dan penyakit, konversi tanah, kultur jaringan, dan kewirausahaan.

Keunggulan: Kurikulum yang mengintegrasikan ilmu pertanian dengan nilai-nilai Islam, didukung program Pencerahan Kalbu di Padang Lampe.Beasiswa: Tersedia KIP Kuliah, Bidik Misi, beasiswa yayasan, dan alumni

Silaturahmi dan Kebersamaan Alumni

Alumni Fakultas Pertanian UMI angkatan 1987 juga dikenal menjaga hubungan silaturahmi yang kuat. Berbagai kegiatan reuni dan pertemuan rutin menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan sekaligus berbagi pengalaman dalam dunia kerja dan kehidupan.

Kebersamaan ini menjadi salah satu kekuatan yang terus dijaga hingga saat ini.
Alumni Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 1987 merupakan bagian dari generasi akademik yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

Pada masa studi, mahasiswa angkatan ini menempuh pendidikan dengan kurikulum berbasis ilmu dasar pertanian yang meliputi agronomi, ilmu tanah, perlindungan tanaman, dan manajemen sumber daya pertanian. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan teoritis dan praktis yang menjadi fondasi keilmuan mereka di kemudian hari.

Setelah menyelesaikan studi, para alumni tersebar di berbagai bidang profesi, antara lain instansi pemerintahan, perusahaan perkebunan, lembaga pendidikan, penelitian, serta sektor swasta di bidang agribisnis. Peran mereka terlihat dalam berbagai program pembangunan pertanian di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga: 
Download SamDriver Solusi Dalam Kesulitan Mendapatkan Driver   Komputer

Alumni angkatan 1987 juga dikenal memiliki ikatan silaturahmi yang kuat melalui berbagai kegiatan reuni dan komunikasi lintas generasi. Hal ini menjadi bentuk komitmen dalam menjaga nilai kebersamaan serta kontribusi berkelanjutan terhadap almamater dan masyarakat.

Ada satu hal yang tidak pernah berubah dari alumni Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia angkatan 1987—ikatan persaudaraan yang tetap kuat meski waktu sudah puluhan tahun berlalu.

Mereka dulu datang sebagai mahasiswa sederhana di akhir era 80-an, belajar tentang tanah, tanaman, hama, dan cuaca. Tidak ada yang menyangka, dari ruang kuliah itulah lahir para ahli, pejabat, peneliti, hingga pengusaha pertanian yang kini tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Namun yang paling berkesan bukan hanya perjalanan karier mereka, melainkan momen reuni yang selalu penuh cerita dan tawa.

Setiap pertemuan alumni selalu berubah menjadi “mesin waktu”—mengembalikan mereka ke masa muda:

•  cerita begadang tugas praktikum
   kisah di lahan percobaan
   hingga kenangan dosen yang legendaris

Pertemuan reuni yang rutin digelar menjadi ajang berbagi pengalaman, memperkuat jaringan, dan membangun kolaborasi baru antar alumni.

Lebih dari sekadar nostalgia, kebersamaan ini menjadi bukti bahwa nilai yang dibangun di bangku kuliah tetap hidup sepanjang waktu.

Penutup

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia angkatan 1987 merupakan bagian penting dari sejarah panjang pendidikan pertanian di Indonesia. Dengan pengalaman dan kontribusi mereka, para alumni ini telah memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian di berbagai daerah.

Penulis: Ir. Andi Ms Hersandy
Alumni Fak. Pertanian UMI Angkatan Th. 1987
Ketua Yayasan Misi Indonesia
 

Momen 2019 di Makassar: Ketua FPI Sambut Prabowo Subianto dengan Sholawat di Lapangan Karebosi, Sebelum FPI Dibubarkan

Momen 2019 di Makassar: Ketua FPI Sambut Prabowo Subianto dengan Sholawat di Lapangan Karebosi, Sebelum FPI Dibubarkan

Foto: Suasan di Panggung Lapangan Karebosi Makassar

Makassa, HR.ID - Pada tahun 2019, sebelum adanya perubahan besar dalam dinamika organisasi Front Pembela Islam (FPI), sebuah momen menarik terjadi di Makassar. Kunjungan tokoh nasional Prabowo Subianto ke Lapangan Karebosi disambut dengan lantunan sholawat oleh Ketua FPI Makassar bersama sejumlah pendukungnya.

Acara tersebut berlangsung di salah satu ruang publik utama Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan dihadiri oleh masyarakat dalam jumlah cukup besar. Suasana saat itu terlihat khidmat dengan nuansa religius yang kuat.

Suasana Sebelum Perubahan Status FPI

Pada periode sebelum 2020, Front Pembela Islam (FPI) masih aktif sebagai organisasi massa yang memiliki struktur kepengurusan di berbagai daerah, termasuk Makassar. Organisasi ini sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, serta kerap hadir dalam momentum politik maupun kemasyarakatan.

Dalam konteks kunjungan Prabowo ke Makassar pada 2019, keterlibatan FPI Makassar dalam penyambutan menunjukkan salah satu bentuk aktivitas organisasi pada masa tersebut.
Penyambutan di Lapangan Karebosi

Di Lapangan Karebosi, kedatangan Prabowo Subianto disambut dengan lantunan sholawat yang dipimpin oleh Ketua FPI Makassar. Suasana menjadi lebih religius dan penuh antusiasme dari masyarakat yang hadir. 

Prabowo Subianto tiba di lapangan karebosi sekitar puikul 15.23 Wita.  Ratusan ribu warga telah memadati Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan saat itu.  Antusiasme Masyarakat begitu tinggi sehingga mereka rela berpanas-panasan dan menunggu sekitas 1 Jam lebih kedatangan Calon Presiden 02.

Setibanya di Panggung Lapangan Karebosi, Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu tiba di lokasi, shalawat badar bergemah yang dipimpin oleh ulama ternama Sulawesi Selatan yakni Habib Hamid Al Hamid.  Shalawat bergemah dan diikuti Ratusan Ribu simpatisan Prabowo-Sandi

“Marilah kita sambut calon presiden kita yang kita cintai, yang didukung oleh ulama dengan melantunkan shalawat badar,” ungkap Habib Hamid Al Hamid siang menjelang sore itu kepada ratusan ribu massa kampanye Akbar Capres Prabowo Subianto di lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3).

Selain itu, acara juga berjalan dengan pengamanan dari aparat setempat, mengingat jumlah massa yang cukup besar.

Selain Habib Hamid dan Uzt. Syaiful sebgai sekretaris, terlihat pula Pengurus Teras FPI Sulawesi selatan seperti Habib Muchsin ( Ketua DPD FPI Sulsel ), Uzt. Agussalim ( Sekretaris DPD FPI Sulsel, Habib Faisal ( Imam Daerah FPI Sulsel ), Uzt. Firdaus ( Wakil Ketua FPI ), Panglima Laskar FPI (Uzt Jimy Ilham) serta para Ketua DPC se Kota Makassar dan ribuan anggota Laskarnya.


Situasi FPI Sebelum 2020

Sebelum tahun 2020, Front Pembela Islam (FPI) masih aktif sebagai organisasi massa dengan struktur kepengurusan di berbagai daerah, termasuk Makassar. Organisasi ini kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan juga hadir dalam sejumlah agenda politik.

Peran FPI Makassar pada saat itu tercermin dalam keterlibatannya dalam penyambutan tokoh nasional tersebut di Lapangan Karebosi.

Setelah Pembubaran FPI Tahun 2020

Pada akhir tahun 2020, pemerintah Indonesia secara resmi membubarkan FPI dan melarang aktivitas organisasi tersebut. Keputusan ini membuat struktur organisasi FPI tidak lagi memiliki legalitas hukum di Indonesia.

Sejak saat itu, aktivitas yang sebelumnya dilakukan atas nama FPI tidak lagi berlangsung secara resmi. Namun, sebagian mantan anggota disebut masih aktif dalam kegiatan sosial secara individual atau melalui wadah lain di luar organisasi tersebut. Namun tak lama setalah itu, diawal tahun 2021 merek ayang bdikomndoi oleh Habib Riziek Sihab (HRS) mendeklarasikan organisasi baru dengan singkatan nama yang sama yakni From Persaudraan Islam (FPI) yang hingga kini masih aktif dan berjalan meski situasi dan anggotanya tidak sepadat dulu.

Beberapa informasi didapatkan bahwa oraganisasi ini tidak banyak eksis lagi di Kabupaten-kota seluruh Indonesia. Para pengurusnya tidak lagi aktif seperti saat masih memakai nama Front Pembela Islam. Ini situasi yang bisa saja terjadi disemua organisasi dimana eksistensi anggota bisa saja berubah oleh karena ketikstabilan pengambil kebijakan disetiup induk organisasi khususnya tingkat Propinsi cabang Indonesia.  

Dinamika Politik dan Sosial

Peristiwa penyambutan pada tahun 2019 ini menjadi salah satu catatan dinamika hubungan antara tokoh politik dan kelompok masyarakat di Indonesia. Kehadiran unsur religius seperti sholawat dalam acara politik menunjukkan kuatnya pengaruh budaya dan agama dalam ruang publik.

Red: ( MH-SR)

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Software

Sedang memuat...