![]() |
| Foto: F dan Rosario M |
Jakarta, HR.ID - Pengakuan mengejutkan datang dari putri penulis dan konten kreator Ahmad Bahar yang mengaku mengalami intimidasi saat berada di markas GRIB Jaya. Pernyataan tersebut viral usai wawancaranya beredar luas dan diberitakan sejumlah media nasional.
. "Saya sudah bilang, saya gak mau ikut gitu kan. Ya karena kan yang dicari bapak. Tapi mereka tetap memaksa saya untuk ikut,” kata F kepada wartawan usai mendatangi Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026)
Video wawancara itu langsung memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet mengaku terkejut dengan pengakuan yang disampaikan secara terbuka oleh putri Ahmad Bahar tersebut.
Bahkan dalam pengakuannya, ia mengklaim sempat dipaksa membuka hijab ketika berada di markas organisasi Grib Jaya tersebut. Tidak hanya itu, ia juga menyebut sosok Hercules Rosario Marshal berada di lokasi dan menodongkan pistol saat situasi memanas.
Kronologi Dugaan Intimidasi
Berdasarkan pengakuannya dalam wawancara yang beredar, peristiwa itu bermula ketika rumah keluarganya didatangi sejumlah orang. Setelah itu, dirinya mengaku dipaksa dan dibawa menuju markas GRIB Jaya di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.
Merski awalnya menolak F mengaku pada akhirnya ia terpaksa ikut ke markas GRIB Jaya setelah Ketua RW dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah tempat tinggalnya datang ke lokasi. Pada saat itu, ia khawatir kondisi neneknya di dalam rumah terancam jika dirinya tetap menolak.
“Kalau saya enggak ikut akan semakin banyak orang yang akan datang,” kata dia. Setelah tiba di markas GRIB Jaya,
Sesampainya di lokasi, suasana disebut berlangsung tegang. Ia mengaku mendapatkan tekanan psikologis hingga merasa ketakutan. Dalam keterangannya, ia juga menyebut adanya tindakan intimidatif yang membuat dirinya mengalami trauma.
Saat di Markas Grib, F mengaku diminta menunggu Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules. Saat bertemu Hercules, dirinya merasa ditekan dan dituduh mengirim ancaman kepada Hercules dan istrinya melalui medsos. Namun, ia membantah tuduhan tersebut.
"Di sana ya banyak kata-kata yang menurut saya tidak pantas. Apalagi di situ posisinya kan saya dikelilingi oleh laki-laki, kebanyakan laki-laki gitu kan, besar-besar,” sambungnya.
F turut mengungkap adanya ucapan yang menurutnya tidak pantas dilontarkan kepadanya, termasuk perintah untuk melepas jilbab. “Dia bilang, 'kamu nih gimana sih kamu kan perempuan, kamu harusnya berbuat baik, copot aja itu jilbab kamu',” tutur F. Tak hanya itu, F juga mengaku diancam tidak bisa pulang jika ayahnya tidak datang menemui Hercules. “Kalau bapak kamu enggak datang sekarang, kamu enggak akan bisa pulang dari sini,” kata F menirukan ucapan yang diterimanya.
Dalam kesaksiannya, F juga menyebut Hercules sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya sebanyak dua kali.
“Dia mengeluarkan pistol itu kan. Terus, 'kamu kalau berani nih kamu lihat nih ya', sambil tunjuk-tunjuk. Saya pikir enggak bakal sampai menembakkan gitu kan. 'Nih saya tembakkan, dor dor', dua kali dia tembakkan,” ujar F menirukan ucapan Hercules.
Viral di Media Sosial
Kasus ini dengan cepat menjadi viral setelah potongan video wawancara dan berbagai rekaman lain menyebar di berbagai platform digital. Nama GRIB Jaya dan Hercules langsung menjadi trending dan ramai diperbincangkan publik.
Sebagian warganet mengecam tindakan yang dituduhkan dalam pengakuan tersebut, sementara sebagian lainnya meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi agar informasi tidak berkembang liar.
Tagar terkait kasus ini bahkan sempat ramai digunakan oleh pengguna media sosial yang meminta adanya penjelasan terbuka dari seluruh pihak terkait.
Pihak GRIB Beri Bantahan
Di tengah ramainya pemberitaan, pihak GRIB Jaya membantah adanya penyanderaan maupun tindakan penculikan seperti yang ramai dituduhkan publik.
Pihak organisasi menyebut kedatangan putri Ahmad Bahar ke markas mereka dilakukan untuk proses klarifikasi terkait persoalan yang sebelumnya viral di media sosial. Mereka juga mengklaim kegiatan tersebut dilakukan secara terbuka dan diketahui aparat setempat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait status hukum kasus tersebut maupun dugaan penggunaan senjata api yang ramai dibahas publik.
Ahmad Bahar Buka Suara
Sementara itu, Ahmad Bahar sebelumnya juga sempat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Hercules dan GRIB Jaya atas polemik yang terjadi.
Ia mengklaim sejumlah konten viral yang memicu kemarahan berbagai pihak bukan dibuat secara langsung olehnya. Ahmad Bahar menyebut telepon genggam miliknya sempat diretas sehingga memunculkan unggahan yang kemudian menjadi polemik.
Meski demikian, kasus ini masih terus menjadi perhatian publik. Banyak pihak mendesak agar seluruh dugaan yang muncul dapat diusut secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di masyarakat.
Awal Kejadian
Sebagaimana yang beredar berita bahwa sebelumnya, rumah penulis buku, Ahmad Bahar, di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, didatangi oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026). Rombongan tersebut datang sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan mencari keberadaan Ahmad Bahar di rumahnya. Mereka ingin menanyakan terkait konten TikTok milik Ahmad Bahar yang dinilai menyudutkan Ketum GRIB Jaya Hercules. Selain itu, mereka juga ingin mengklarifikasi terkait pesan ancaman yang dikirimkan oleh Ahmad Bahar kepada Hercules
Menurut informasi terakhi, F akan melaporkan Ormas Grib ke Mapolda Metro Jaya hari ini, Jum'at, 22/5/26 atas dugaan intimidasi yang diterimanya sejak dari rumanya hingga digiring ke Markas Grib Jaya di Jalan Manunggal V, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Red: (Med-HR-SR)
Fit & dari sumber Video F

.png)